Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan kolaborasi ini tidak berhenti pada tataran simbolik. “Harus ada keberlanjutan dalam bentuk kebijakan pembangunan yang adil, inklusif, dan sensitif terhadap nilai-nilai budaya lokal,” pungkasnya.
Perayaan HAJAT 775 sendiri berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya, ziarah sejarah, hingga prosesi adat yang melibatkan masyarakat luas. Kolaborasi antara Pemkot dan Kesultanan Ternate ini dinilai sebagai model sinergi antara modernitas dan tradisi yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.***














Komentar