Ternate, 7 Desember 2025 — Diskusi publik bertajuk “Pembangunan Maluku Utara untuk Siapa?” yang digelar Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Maluku Utara pada Sabtu malam (6/12) menyisakan kekecewaan mendalam. Pasalnya, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang dinilai sebagai narasumber kunci dalam forum tersebut, tidak hadir tanpa alasan yang jelas.
Forum yang digagas sebagai ruang uji publik terhadap proyek kontroversial Jalan Trans Kie Raha itu justru menjadi panggung kritik tajam terhadap absennya sang gubernur. Dr. Muammil Sunan, ekonom dan anggota Dewan Pakar MW KAHMI Malut, menyebut ketidakhadiran Sherly sebagai bentuk ketakutan menghadapi kritik publik.
“Tidak hadir itu alasan yang paling logis dari bentuk ketakutan Gubernur Sherly. Beliau takut diuji kebijakannya soal jalan Trans Kie Raha karena ia tahu banyak keganjilan yang berarti,” tegas Muammil dalam pernyataannya.
Muammil menilai, kehadiran Gubernur sangat strategis untuk menjelaskan langsung visi, misi, serta latar belakang proyek jalan Trans Kie Raha yang kini menuai polemik luas di tengah masyarakat. Terlebih, sebelumnya Gubernur Sherly sempat menantang KAHMI untuk mempelajari dokumen Feasibility Study (FS) proyek tersebut sebelum berdiskusi. Namun, ketika KAHMI telah mempelajari dokumen itu dan menggelar forum terbuka, Sherly justru absen.









Komentar