“Sherly yang tantang KAHMI diskusi, dengan meminta KAHMI baca dulu FS. KAHMI sudah pelajari dokumen FS dan menerima tantangan berdiskusi dengan Sherly, namun faktanya tidak ada dari pihak Gubernur dan Pemprov yang berani datang,” ujar Muammil.
Meski demikian, forum tetap berjalan dengan kehadiran Dr. Mukhtar Adam, anggota tim ekonomi Gubernur Sherly. Namun, menurut Muammil, kehadiran Mukhtar hanya sebatas “penghangat forum” karena tidak memiliki kapasitas sebagai pengambil keputusan.
“Kalau Dr. Ota (Mukhtar Adam) untuk menghidupkan forum diskusi itu oke. Tapi sia-sia karena dia bukan eksekutor yang bisa mengubah kebijakan,” tandasnya.
Muammil menegaskan bahwa MW KAHMI akan terus mengawal proyek Jalan Trans Kie Raha yang dinilai sarat kejanggalan, baik dari sisi perencanaan, transparansi anggaran, hingga urgensi pembangunan. Ia juga mengumumkan rencana untuk menggelar diskusi publik jilid II dan kembali mengundang Gubernur Sherly untuk hadir secara langsung.



Komentar