oleh

Togale Ultimatum Buzzer Gubernur!

-Malut-343 Dilihat

“karena kritik Najla itu murni sebagai DPRD kepada Gubernur, yang jelas jika di kaitkan dengan Almarhum Hi gani (Hi.Gani Kasuba), kami tidak trima dan tidak sependapat”tandas dia.

Menurut Yaret, almarhum KH. Abdul Gani Kasuba adalah sosok pemimpin yang dihormati dan menjadi bagian penting dalam sejarah pembangunan Maluku Utara. Karena itu, menyentuh nama baik beliau dalam konteks politik sekarang adalah tindakan yang tidak pantas.

Baca Juga  IMM Maluku Utara Apresiasi Kepedulian Haji Robert dalam Perjuangan Kemanusiaan Ade Tiwi

“Kami di keluarga besar IKA-TOGALE menganggap almarhum sebagai orang tua kami. Maka kami mengingatkan, jangan sampai komentar-komentar yang keluar dari buzzer Gubernur ini menyinggung keluarga besar kami, karena itu bisa dianggap melanggar adat dan etika masyarakat Maluku Utara,” tegasnya.

Yaret juga meminta agar persoalan antara pejabat publik dan lembaga politik diselesaikan secara kelembagaan, bukan melalui serangan pribadi di media sosial.

Baca Juga  Tahlilan 1 Tahun Wafatnya KH Abdul Gani Kasuba, Sultan Tidore Sebut Almarhum Benteng Penjaga Islam Maluku Utara

“Kalau ada perbedaan pandangan, selesaikan di lembaga, bukan dengan membawa-bawa nama orang yang sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Ia menutup dengan imbauan agar para buzzer pendukung Gubernur Sherly Djoanda Laos menahan diri dan lebih bijak dalam berkomentar.

“Hormati yang masih hidup, muliakan yang sudah tiada. Jangan jadikan ruang publik sebagai tempat mencaci, apalagi terhadap tokoh yang sudah berjasa bagi daerah ini,” pungkas Yaret. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *