“Dia tidak layak berada di lingkungan pendidikan,” tegas Intan.
Namun, kasus ini bukan hanya soal satu pelaku. Ini adalah cerminan dari krisis yang lebih besar: sistem pendidikan yang belum sepenuhnya aman bagi anak-anak. Intan menyebut bahwa Maluku Utara kini berada dalam kondisi darurat pelecehan seksual. Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan kekerasan seksual terhadap anak di wilayah ini terus meningkat, namun penanganannya kerap lambat dan tidak tuntas.
Membangun Sistem yang Melindungi
Kasus di Desa Silang seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, institusi pendidikan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sipil—untuk segera berbenah. Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan membahagiakan bagi setiap anak. Untuk itu, dibutuhkan sistem perlindungan yang kuat dan menyeluruh.
Pertama, perlu ada mekanisme pengawasan dan pelaporan yang efektif di setiap sekolah. Anak-anak harus tahu ke mana mereka bisa mengadu jika mengalami atau menyaksikan kekerasan. Guru dan tenaga pendidik juga harus mendapatkan pelatihan berkala tentang etika, perlindungan anak, dan pencegahan kekerasan seksual.








Komentar