Transnusa: Dari Migrasi ke Transformasi
Dr. Mukhtar memaparkan empat pilar utama konsep Transnusa:
1. Pemukiman Multikultur Produktif : membentuk “Kampung Nusantara” bagi warga lintas pulau, tenaga kerja produktif, sarjana muda, dan profesional di sektor industri serta jasa.
2. Ekonomi Pulau Mandiri : mengembangkan lahan pangan 50.000 hektare, industri rempah 1.000 hektare, dan kawasan jasa/industri 500 hektare dalam satu sistem terpadu.
3. Integrasi Industri Strategis Nasional: menghubungkan ekosistem Transnusa dengan kawasan industri besar di Maluku Utara seperti IWIP, Antam, Harita Nickel, dan NHM, yang kini menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.
4. Penguatan Kota Baru Sofifi — menjadikan ibu kota provinsi Maluku Utara sebagai pusat industri rempah dan penyangga perkampungan produktif di sekitarnya.
Setiap kawasan di Halmahera — mulai dari Oba (Tidore Kepulauan), Sagea (Halmahera Tengah), hingga Sidangoli (Halmahera Barat) — diusulkan menjadi simpul rantai nilai baru dari produksi pangan hingga jasa industri.
—
Strategi Ketahanan Nasional
Program Transnusa, lanjut Mukhtar, bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan strategi ketahanan bangsa yang memperkuat empat sendi utama:
Ketahanan pangan: mengurangi impor bahan pokok dan memperkuat logistik antar pulau.
Ketahanan sosial: membangun harmoni antar-etnis melalui perkampungan multikultur.
Ketahanan ekonomi: menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.
Ketahanan geopolitik: memperkuat kehadiran penduduk di pulau-pulau strategis Indonesia Timur.







Komentar