Ternate –Aksi pemblokiran jalan utama menuju Depot Pertamina Jambula akhirnya berakhir damai setelah Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda, bersama Sekretaris Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, turun langsung menemui masyarakat dan memberikan solusi konkret atas tuntutan mereka. Kehadiran dua pemimpin ini menjadi titik balik penting dalam meredam ketegangan sekaligus menunjukkan bentuk kepemimpinan yang responsif dan humanis.
Langkah cepat Gubernur Sherly meninjau lokasi dan berdialog langsung dengan warga menunjukkan gaya kepemimpinan yang empatik dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Dalam dialog terbuka di tengah masyarakat Jambula, Sherly menegaskan komitmen Pemprov Maluku Utara untuk memperjuangkan pembangunan breakwater sepanjang 300 meter di pesisir Jambula—proyek yang dinilai mendesak karena menyangkut keselamatan warga dari ancaman abrasi dan gelombang besar.
“Akan diupayakan masuk dalam program tahun 2026, karena ini bersifat urgensi tinggi dan menyangkut keselamatan warga pesisir,” tegas Gubernur Sherly di hadapan massa aksi.
Tak berhenti di situ, Sherly juga memastikan bahwa enam unit perahu 1,5 GT milik nelayan yang rusak akibat hantaman ombak akan diganti pada Desember mendatang. Kepastian itu menjadi titik haru dalam pertemuan, ketika para nelayan menitikkan air mata karena merasa perjuangan mereka akhirnya didengar dan direspons dengan tindakan nyata.








Komentar