Hendra juga melontarkan kritik kepada Pemerintah Halmahera Barat di bawah kepemimpinan James Uang. Ia menilai Pemda Halbar belum mampu mengelola aset seperti GKR dan justru memperpanjang polemik yang dapat mengganggu iklim investasi dan suasana sosial, khususnya di dunia persepakbolaan.
GKR: Lebih dari Sekadar Stadion
Di mata Hendra dan pendukung lokal, Gelora Kie Raha bukan sekadar fasilitas olahraga — stadion itu sudah menjadi ikon Provinsi Maluku Utara dan pusat aktivitas bagi pecinta sepakbola, khususnya MU United. Oleh karena itu, penyelesaian status hukum dan pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar fasilitas bisa dimanfaatkan optimal demi kemajuan olahraga dan ekonomi lokal.
Hendra menegaskan seruan untuk penyelesaian administratif yang komprehensif, pengakuan kepemilikan yang jelas, dan penghentian narasi yang memecah. Ia berharap kedua pemda duduk bersama menelusuri arsip hukum dan administrasi, sehingga GKR tetap menjadi aset yang dirawat untuk kepentingan publik dan kemajuan persepakbolaan Maluku Utara.(***)







Komentar