Oleh : Jacob EresteĀ
Kekuatan Rakyat dan Negara Iran mengahadapi gempuran Israel dan Amerika Serikat, memang sulit dipatahkan, karena Iran berbasis pada kekuatan spiritual yang tidak dimiliki oleh Israel maupun Amerika Serikat, sehingga berbagai gempuran yang dilakukan dapat dipatahkan, bahkan sejumlah pusat pertahanan tentara Amerika Serikat yang ada di sejumlah negara Timur Tengah dapat dihancurkan hingga Donald Trump mengalami frustasi dan kecewa berat. Bahkan ragu untuk melakukan serangan darat yang sudah disesumbarkan sejak beberapa waktu silam tak juga kunjung dilakukan. Karena Donald Trump sendiri sudah mulai ragu dan tidak yakin untuk menguasai Selat Hormuz yang menjadi bagian dari strategi Iran untuk menekan dunia internasional yang mulai kelimpungan akibat pasukan bahan bakar minyak yang sesungguhnya hendak dikuasai oleh Amerika Serikat seperti yang sudah dilakukan di berbagai negara lain di dunia.
Strategi Iran menguasai Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan minyak dunia telah membuat Amerika Serikat frustrasi karena gagal menguasai jalur perdagangan itu yang dijadikan Iran sebagai penekan ekonomi dunia. Bahkan, sikap frustrasi Donald Trump terkesan dari tindakannya memecat Jaksa Agung Pam Bondi secara mendadak dari jabatannya sebagai penegak hukum tertinggi di Amerika Serikat, terkait dengan penanganan kasus Jeffrey Apstein. Kasus Apstein sendiri telah menjadi sorotan publik dengan banyak pihak yang menuntut transparansi dan keadilan.








Komentar