Artinya, Ternate terbuka mengadopsi inovasi kota lain, sekaligus menawarkan model pembangunan kota kepulauan yang lestari. Sinergi ini diharapkan melahirkan proyek bersama, transfer teknologi, hingga investasi lintas daerah.
Harapan ke Depan: Inovasi yang Menyentuh Masyaraka
Rakernas XVIII APEKSI 2026 ditargetkan melahirkan rekomendasi kebijakan dan jejaring kerja konkret. Bagi Ternate, hasilnya harus terasa langsung oleh masyarakat: pelayanan lebih cepat, tata kota lebih tertib, ekonomi lebih inklusif.
Kehadiran Wali Kota Tauhid bersama Ketua TP-PKK juga menegaskan pendekatan pembangunan yang komprehensif. Peran PKK diposisikan sebagai mitra strategis dalam penguatan keluarga, UMKM, dan ketahanan sosial di tingkat kelurahan.
Penutup: Ternate Tidak Boleh Tertingga
Rakernas APEKSI adalah ruang untuk melihat ke depan. Kota-kota yang bertahan adalah kota yang mau belajar, berjejaring, dan berinovasi.
Dengan hadir di Medan, Pemkot Ternate mengirim pesan: Ternate serius menjadi bagian dari solusi pembangunan perkotaan nasional. Bukan penonton, tapi pelaku.
“Dari Ternate untuk Indonesia. Dengan kolaborasi, kita bangun kota yang maju, berdaya saing, dan berkarakter,” pungkas Wali Kota Tauhid.***













Komentar