Oleh: Usman Sergi – Jurnalis
Piala Dunia 2026 resmi bergulir sejak 12 Juni. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA menggelar hajatan terbesar sepak bola di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dengan 48 kontestan, turnamen ini juga memecahkan rekor sebagai Piala Dunia dengan peserta terbanyak.
Tapi yang lebih menarik bukan jumlahnya. Melainkan apa yang terjadi di lapangan sejak kick-off: kejutan demi kejutan yang menandakan satu hal : jarak kualitas antara kekuatan tradisional dan negara berkembang sepak bola makin menyempit.
Kejutan Awal yang Mengguncang Prediksi
Brasil, tim yang selalu dijagokan sejagat, gagal menari indah di laga pembuka. Jogo Bonito mereka diredam Timnas Maroko, Singa Atlas, dengan skor 1-1. Hasil ini membuat fans Samba tumpah kecewa di media sosial.
Di hari yang sama, Korea Selatan menumbangkan salah satu tim Eropa dengan skor 2-1. Tak lama berselang, Jepang menahan imbang Belanda 2-2. Tiga hasil ini bukan kebetulan. Mereka adalah sinyal kuat bahwa dominasi Eropa dan Amerika Latin tidak lagi otomatis.




Komentar