“Kalau saya melihat positif saja karena beliau pernah menjabat sebagai walikota 2 periode. Pasti keluarga dan semua masyarakat Maluku Utara gembira dan senang,” ujar Habib Alwy, Senin 5/5/2026.
Ia mengingatkan bahwa saat wafat, pemulangan jenazah H.Burhan ke Ternate tidak dapat dilakukan karena terkendala pandemi Covid-19. Kini, ketika upaya itu kembali dilakukan, masyarakat seharusnya melihatnya sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
“Kemarin pemerintah kota Ternate berupaya untuk bawa jenazah ke Ternate tidak bisa karena Covid. Maka hari ini mereka upaya untuk pulangkan jenazah ke Ternate, maka perlu diberikan apresiasi. Jangan dilihat politik,” tegasnya.
Habib Alwy menilai, kepulangan jenazah mantan Walikota Ternate dua periode itu menjadi momen bagi masyarakat untuk mengenang jasa dan dedikasinya selama memimpin kota. Ia berharap, publik dapat menyikapi langkah ini dengan kepala dingin dan rasa hormat.













Komentar