oleh

Polemik MTs GUPPI Malintang Makin Meruncing. Warga Protes Tolak Yayasan Baru.


Sumber tsb bersama sejumlah tokoh masyarakat dan warga, mengaku sangat geram ketika mendengar desas desus bahwa Yayasan yang baru dibentuk kini dicoba dialihkan menjadi milik kelompok tertentu.
Madrasah ini sebelumnya terangnya, memliki yayasan bernama GUPPI yang berasal dari, oleh dan untuk umat. Yayasan ini milik umat dan merupakan amanah umat, tapi saat ini terkesan diklaim sebagai milik kelompok tertentu. “Kalau sekolah itu diklaim sebagai milik yayasan pribadi/kelompok mereka. Kenapa baru sekarang mereka menyatakan itu. Ini merupakan pengelabuan dan trik pembodohan warga. Kenapa sejak dulu nama yayasan madrasah ini bernama GUPPI, kenapa gak bernama Yayasan pribadi seperti yayasan pendidikan Assaqafah, Darul Fadhil, Hamid Hamka, Darul Ikhlas, Al Husnayain, Al Furqan, Adnani dll yang merupakan yayasan milik pribadi/kelompok” terang mereka.

Seharusnya kata mereka, madrasah sebagai lembaga pendidikan seharusnya menjadi contoh “uswatun hasanah” dalam penerapan nilai akhlakul karimah, keterbukaan, kebersamaan dengan mengedepankan musyawarah untuk kemaslahatan umat. Bukan malah dicederai dengan sikap arogansi dan menghalalkan segala cara. “Kita protes dan menolak Yayasan Baru MTs GUPPI Malintang yang dibentuk baru baru ini karna dinilai tidak menganut prinsip musyawarah dan azas terbuka. Untuk kebaikan citra madrasah dan demi maslahat, kita juga meminta agar Amir Mahmud mengundurkan diri dari jabatannya selaku Kepala Madrasah” tegas mereka.

Dalam kesempatan terpisah,.wali siswa bermarga batubara kepada media ini, menawarkan solusi agar polemik ini tidak berkepanjangan, agar Kakan Kemenag Madina H. Maranaek dan Camat Bukit Malintang untuk segera “turun tangan” menggelar rapat musyawarah pembentukan yayasan baru dengan mengundang Pj Kades, BPD, Dewan Guru, Wali Murid, Komite Madrasah, dan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga untuk membentuk yayasan baru MTs GUPPI Malintang dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan kebersamaan demi menyelamatkan kondisi madrasah yang lebih baik ke depan. “Niat kita baik untuk kebaikan madrasah. Ini harus segera direspon positif oleh pihak terkait” tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *