oleh

Jacob Ereste Soroti Maraknya “Teror Buzzer” yang Ganggu Konsentrasi di Media Sosial

-Jakarta-395 Dilihat

Dalam catatan yang dirilis 23 Mei 2026, Jacob menyebut serangan tersebut membuat empat nomor WhatsApp-nya rusak sehingga harus diganti. Ia menilai buzzer memiliki keunggulan karena mendapat dukungan dana dari pihak-pihak yang menginginkan suasana negeri tetap gaduh.

“Permakluman ini perlu disampaikan. Pertama, karena sudah berulang kali dialami. Kedua, karena harus mengganti nomor kontak untuk 4 WhatsApp yang rusak akibat serangan tidak beradab itu. Ketiga, mengisyaratkan bahwa ‘Operasi Kodok’ memang sedang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan massif, yang harus kita hadapi secara lebih bijak,” tulis Jacob.

Baca Juga  Muslim Arbi Bongkar Dugaan Mafia Survei Politik dan Permainannya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *