Ternate, 11 Februari 2026 – Kota Ternate resmi ditetapkan sebagai lokus piloting (percontohan) digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional tahun 2026. Penunjukan ini menjadikan Ternate sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Maluku Utara yang dipercaya pemerintah pusat untuk mengimplementasikan sistem penyaluran bansos berbasis teknologi digital yang terintegrasi.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Ternate menggelar Rapat Gugus Tugas Proyek Percontohan Keterpaduan Layanan Digital dan Digitalisasi Bansos di Ruang Rapat Lantai III Kantor Wali Kota, Rabu (11/2/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, didampingi Asisten I Setda Kota Ternate Rukmini A Rahman, SE., M.Si., dan Kepala Dinas Sosial Burhanuddin Abdul Kadir, S.IP., MA.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate, para kepala OPD, camat, serta pejabat struktural lainnya.
Dalam arahannya, Sekda Rizal Marsaoly menegaskan bahwa status sebagai pilot project menuntut keseriusan dan kerja cepat dari seluruh tim lintas sektor.
“Kota Ternate sudah ditunjuk menjadi salah satu kota yang menjadi pilot project. Artinya, kalau pilihan ini telah jatuh di Ternate, maka kita harus siap dan merespon cepat dengan deadline waktu yang terus berputar,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa program digitalisasi ini merupakan konsolidasi dari berbagai program bansos yang selama ini berjalan, namun kini harus dipetakan dalam satu sistem digital yang terstruktur dan terpadu.
“Ini sebenarnya kerja-kerja lama yang kemudian dicoba untuk di-plotting dalam satu data yang terintegrasi, terstruktur, terpadu, terarah dengan sistem digitalisasi,” ujarnya.













Komentar