“Saya mengajak seluruh kader HMI untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur kepemudaan serta mahasiswa, dalam memberikan pandangan-pandangan yang kritis, namun tetap positif dan solutif, terhadap berbagai persoalan yang kita hadapi bersama,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas Bupati Bassam dalam membangun ekosistem pembangunan yang inklusif, di mana pemuda dan mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam proses pembangunan daerah.
Dalam perspektif keislaman, Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW sebagai fondasi moral dalam kehidupan berorganisasi dan kepemimpinan. Ia meyakini bahwa HMI, sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia, memiliki peran vital dalam menjaga nilai-nilai keislaman, keummatan, dan kebangsaan.
“Ketika kita menjadikan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Baginda Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, maka secara tidak langsung kita sedang menjaga diri, menjaga kehormatan, dan menjaga arah perjuangan kita,” ungkapnya.






Komentar