Kini, harapan itu mulai tampak di ujung jalan. Informasi bahwa rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026 akan memprioritaskan formasi PNS menjadi angin segar bagi para guru PPPK. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka perjuangan panjang Rizal dan PGRI akan membuahkan hasil yang manis.
Namun bagi Rizal, ini bukan akhir dari perjuangan. Ia menegaskan bahwa PGRI akan terus mengawal proses ini hingga seluruh guru dan tendik mendapatkan hak dan pengakuan yang layak.
“Selama masih ada guru yang hidup dalam ketidakpastian, maka perjuangan ini belum selesai. Kami akan terus berdiri di barisan terdepan,” pungkasnya.
Di tengah tantangan dan dinamika kebijakan pendidikan nasional, sosok seperti Dr. H. Rizal Marsaoly menjadi simbol harapan. Ia bukan hanya pemimpin organisasi, tapi juga suara hati para guru yang selama ini terpinggirkan. Perjuangannya adalah cermin dari semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi ruh pendidikan Indonesia.
Dan di balik setiap langkahnya, ada keyakinan bahwa suatu hari nanti, semua guru akan berdiri tegak, bukan hanya karena mereka mengajar, tapi karena mereka dihargai.












Komentar