Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp2.003.848.000 untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Namun, eksekusi fisik di lapangan baru bisa dimulai setelah anggaran disetujui.
“Kami harus memastikan setiap langkah sesuai dengan regulasi agar tidak ada kendala di kemudian hari. Ini program jangka panjang yang harus dirancang dengan matang,” tambahnya.
Berbeda dengan program transmigrasi konvensional, **Transmigrasi Tematik** di Kota Maba akan difokuskan pada pengembangan sektor-sektor unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pasar lokal. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri di ibu kota kabupaten.







Komentar