Halmahera Barat, 7 Januari 2026 — Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, sejak Rabu dini hari (7/1/2026), menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa (6/1/2026). Bencana ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, mengungkapkan bahwa bencana ini melanda lima kecamatan dan sembilan desa, dengan total 3.444 jiwa atau 726 kepala keluarga (KK) terdampak. Dua korban jiwa berasal dari Desa Soasio, Kecamatan Loloda, akibat tertimbun longsor.
“Total wilayah terdampak meliputi lima kecamatan dan sembilan desa. Jumlah warga terdampak sebanyak 3.444 jiwa, 726 KK. Korban meninggal dunia dua jiwa berasal dari Desa Soasio, Kecamatan Loloda, dan pengungsi mencapai sekitar 1.500 jiwa,” ujar Fehby, Rabu (7/1/2026).
Desa-Desa Terdampak dan Kerusakan Parah
Wilayah paling parah terdampak berada di Kecamatan Ibu, khususnya Desa Tongute Ternate, dengan 1.300 jiwa dari 300 KK terdampak dan sekitar 1.000 jiwa terpaksa mengungsi. Di desa ini, 11 rumah rusak berat dan 100 rumah rusak ringan.
Desa Gamlamo juga mencatat dampak besar, dengan 1.509 jiwa dari 250 KK terdampak dan 500 jiwa mengungsi secara mandiri. Kerusakan di desa ini meliputi 7 rumah rusak berat dan 15 rumah rusak ringan.







Komentar