“Kalau dihitung-hitung, jumlah itu mungkin hanya cukup untuk membeli tiga porsi ayam lalap atau satu porsi popeda di restoran. Tentu ini belum cukup untuk membiayai kuliah, apalagi mencakup biaya hidup mahasiswa,” ujar Said dengan nada santai namun penuh makna.
Meski begitu, Said menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak program tersebut. Ia justru mendorong agar kebijakan ini diperkuat dengan perencanaan yang lebih matang, baik dari sisi anggaran maupun sasaran penerima.
“Kalau memang ingin menjangkau 58.000 KK, maka anggarannya perlu ditambah. Atau, bisa juga disesuaikan secara proporsional agar lebih realistis dan tepat sasaran,” tambahnya.









Komentar