Halsel, Maluku Utara. – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat pencapaian signifikan dalam sektor ketenagakerjaan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 37.381 tenaga kerja telah terserap di delapan sektor usaha yang beroperasi di wilayah yang dikenal dengan sebutan “Bumi Saruma” ini.
Kepala Disnakertrans Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubedi, SH., LLM., mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 9.559 orang merupakan tenaga kerja lokal. “Data ini kami himpun dari laporan resmi delapan sektor usaha yang telah kami rampungkan sepanjang tahun 2025,” jelas Daud kepada media.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa selain tenaga kerja lokal, terdapat 9.464 tenaga kerja antar daerah dan 4.021 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar di berbagai sektor industri di Halmahera Selatan.
Sektor Industri Mendominasi
Dari delapan sektor yang menjadi objek pendataan, sektor industri menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah 33.281 orang. Disusul sektor pertambangan sebanyak 2.831 orang, kehutanan 425 orang, perkebunan 435 orang, jasa konstruksi 215 orang, perikanan 182 orang, dan sektor pariwisata yang masih minim dengan hanya 5 orang.
“Total keseluruhan tenaga kerja dari delapan sektor tersebut mencapai 37.381 orang,” tegas Daud.






Komentar