oleh

Pidato Sebagai Waketum APEKSI — Walikota Ternate Tampil Berkelas di APEKSI Outlook 2025

-Nasional-537 Dilihat

Bandar Lampung, 20 Desember 2025 — Menjelang penutupan tahun 2025, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menggelar forum tahunan bertajuk “APEKSI Outlook 2025” di Bandar Lampung. Dalam forum strategis ini, Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si., Wali Kota Ternate sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bidang Inklusi dan HAM, tampil berkelas dengan pidato reflektif dan penuh gagasan bertajuk “2026: Kota Kita Bisa Apa?”.

Baca Juga  Muslim Arbi: Sepakat dengan GMKR agar Jokowi di Adili dan Gibran di Makzulkan

Pidato yang disampaikan dengan gaya tenang namun penuh makna ini menjadi sorotan utama forum. Dr. Tauhid mengajak seluruh kepala daerah kota di Indonesia untuk tidak sekadar menutup tahun dengan laporan administratif, tetapi menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi kolektif atas perjalanan pembangunan kota selama setahun terakhir.

“Kita tidak sedang menulis catatan akhir tahun biasa. Ini adalah perenungan bersama tentang apa yang telah kita capai, dan ke mana kita akan melangkah,” ujar Dr. Tauhid membuka pidatonya.

Baca Juga  MUSLIM ARBI : TOKOH AGAMA HARUS SIKAPI PERUSAHAN YAHUDI DI PANAS BUMI JAILOLO

Tantangan Kota: Kompleks, Tidak Linear

Dalam pidatonya, Dr. Tauhid menyoroti tantangan pembangunan kota yang semakin kompleks dan tidak lagi linear. Ia menyebutkan bahwa pemerintah kota kini harus menghadapi tekanan dari dua sisi: internal dan eksternal. Di satu sisi, kota dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, menghadapi perubahan iklim, dan merespons dinamika sosial-ekonomi yang cepat berubah. Di sisi lain, kota juga dibatasi oleh faktor eksternal seperti keterbatasan fiskal, arah kebijakan nasional yang tidak selalu konsisten, hingga dampak geopolitik global.

Baca Juga  TOLAK ! Sejumlah Elemen Daerah Menolak Kehadiran PT.Ormat Technologies Inc, Perusahan Afiliasi Israel di Halmahera Barat, Malut

“Pemerintah kota dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif, bahkan dalam keterbatasan,” tegasnya.

Tiga Pokok Gagasan: Kontekstual, Konsisten, dan Kolaboratif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *