Lebih dari sekadar upacara, HAJAT ke-775 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan ritual adat seperti Kololi Kie Moti Nyiaha, Kololi Kie Mote Ngolo, Dua Kie, hingga Feri Kie, naik ke puncak. Semua kegiatan ini merupakan bagian dari warisan leluhur yang sarat makna spiritual dan historis.
Rizal Marsaoly menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjadikan HAJAT sebagai agenda tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Ia menyebut bahwa dalam Perwali yang akan disusun, akan diatur secara rinci tata pelaksanaan HAJAT, termasuk item-item wajib yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan.
“Kami ingin HAJAT menjadi momentum yang menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Sebuah perayaan yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga membawa keberkahan bagi negeri ini,” tutup Rizal.
Dengan kolaborasi ini, HAJAT ke-775 bukan hanya menjadi perayaan ulang tahun kota, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan budaya dan penguatan jati diri Ternate sebagai kota bersejarah yang menjunjung tinggi nilai adat dan kearifan lokal. Sebuah langkah maju yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.





Komentar