Mantan Kepala Bappelitbangda itu juga menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun Ternate. Peran Kesultanan sebagai institusi adat dan budaya harus ditempatkan secara proporsional dalam setiap agenda besar kota, termasuk HAJAT.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kesultanan yang telah membuka ruang kolaborasi. Ini bukan hanya tentang seremoni, tapi tentang menyatukan kekuatan sejarah dan pemerintahan untuk masa depan Ternate,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Jou Sultan Ternate, Tuli Lamo Kesultanan Ternate, Irwan Abdul Gani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Kesultanan dalam perayaan HAJAT tahun ini. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai adat dan sejarah yang menjadi fondasi Kota Ternate.
“Kami berharap sinergi ini tidak hanya terjadi tahun ini, tapi menjadi tradisi yang terus dilestarikan. Bahkan, kami mendorong agar kolaborasi ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali),” ungkap Irwan.









Komentar