“Ini bukan hanya soal tambang, tapi soal menjaga sumber kehidupan masyarakat. Sungai dan danau ini bisa menjadi penopang utama bagi masyarakat Obi, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk pengembangan ekonomi lokal,” tambah Sonny.
Tantangan Cuaca Ekstrem, Solusi Adaptif
Namun, Sonny juga mengingatkan bahwa tantangan besar selalu mengintai, terutama karena curah hujan ekstrem di wilayah tropis seperti Halmahera Selatan yang bisa mencapai 3.000 mm per tahun. Dalam kondisi seperti ini, sistem pengolahan air tambang harus dirancang secara adaptif dan tangguh.
“Fasilitas pengolahan air harus mampu bekerja optimal bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem. Ini bukan pekerjaan sekali jadi, tapi butuh *continuous improvement*,” tegasnya.
Kolaborasi Tiga Pilar: Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat
Lebih jauh, Sonny menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan di sektor tambang tidak bisa hanya dibebankan pada perusahaan. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara tiga pilar utama: pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.



Komentar