Menurut Muhammad Nur, penilaian dalam TP2DD Championship 2025 didasarkan pada tiga parameter utama, yaitu proses, output, dan outcome. Pada aspek proses, TP2DD Halsel dinilai aktif dalam menyelenggarakan High Level Meeting, pelatihan peningkatan kapasitas, serta program literasi digital kepada masyarakat.
Sementara itu, pada aspek output, Halmahera Selatan dinilai unggul dalam implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), penyusunan regulasi seperti Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), serta penerapan transaksi non-tunai untuk pajak, retribusi, dan belanja daerah.
“Penguatan transaksi non-tunai ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambahnya.



Komentar