oleh

DUKA DISAAT KEPRIHATINAN PRABOWO DAN AMBISIUS “TRANS KIERAHA”

Duka yang dialami Guru SD ini, bisa membuka mata kita, bahwa Maluku Utara yang faktanya memiliki sumberdaya alam dengan kontribusi terbesar bagi negara dan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi se Indonesia rasanya “ditampar” oleh kedukaan yang dialami oleh seorang Guru SD yang meninggal karena tantangan kondisi jalan dan ketiadaan jembatan di musim penghujan. Kendaraan roda empat kadang nekat menerjang banjir dengan risiko mobil mogok, bahkan hanyut dalam perjalanan.

Baca Juga  Penerbangan Sriwijaya Air Manado–Ternate Delay karena Masalah Teknis, Penumpang Protes Keras

Presiden telah membentuk Satgas Darurat Jembatan Desa (Bridge Emergency Task Force), sebuah tim khusus yang ditugaskan membangun jembatan — terutama di wilayah terpencil. Ia menargetkan pembangunan hingga 300.000 jembatan di seluruh pelosok Indonesia, termasuk jembatan kecil/penyebrangan pejalan kaki dan jembatan akses antar desa, tapi apakah dilokasi ini juga menjadi target satgas yang di bentuk.
Tolong Ibu Gubernur, yang katanya memiliki kedekatan dengan Pemerintah Pusat, saya yakin dan percaya Ibu Gub Sherly sudah bersuara, tapi tolong bersuara “lebih keras” lagi. Duka Guru SD ini telah menampar kita, atau kita menunggu tamparan-tamparan lagi dari kejadian-kejadian susulan “ Nauzuminjallik”.

Baca Juga  So funktioniert die Legiano Casino Einzahlung schnell und sicher

Keberadaan jembatan adalah soal keselamatan, banyak siswa yang harus menyeberangi sungai dengan arus, kadang dalam kondisi berbahaya, terutama saat hujan atau musim banjir. Tanpa jembatan, mereka mempertaruhkan nyawa setiap hari. Ini juga harus dijawab oleh proyek Trans Kie Raha yang digagas ibu Gubernur Maluku Utara
Langkah membangun banyak jembatan menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah — setidaknya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Gubernur Sherly — mengakui bahwa infrastruktur dasar di banyak daerah masih jauh dari ideal, dan bahwa pembangunan ekonomi saja tidak cukup tanpa infrastruktur sosial-dasar Wallahualam bi sawab.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *