oleh

DUKA DISAAT KEPRIHATINAN PRABOWO DAN AMBISIUS “TRANS KIERAHA”

Pasalnya Seorang Guru SD menghembuskan napas terakhir saat dirujuk ke RSUD Tobelo. Guru berinisial MP (68 tahun) itu wafat di tengah perjalanan lantaran buruknya akses jalan ke ibukota kabupaten.

Walaupun kematian adalah takdir, namun manusia dianjurkan untuk tetap berikhtiar dari segala sesuatu sebagai “sebab” terjadinya takdir itu. Ceritera dari keluarga Guru SD ini bahwa sang bibi awalnya dirawat di Puskesmas Dorume, Loloda Utara. Ia divonis anemia dan dehidrasi usai mengalami diare. Pada Rabu (10/12/2025), korban dirujuk ke RSUD Tobelo karena kondisinya tak kunjung membaik.
“Jarak dari Dorume ke kota Tobelo normalnya 3-4 jam, jika kondisi jalan bagus dan jembatan ada. Tapi kenyataannya, jalan dari Loloda Utara ke ibukota itu sangat tidak representatif. Jalan sirtu rusak parah, dan hampir semua sungainya tidak ada jembatan,” ungkapnya.

Baca Juga  Guide complet du casino en ligne – Tout ce que vous devez savoir

Kini keprihatinan Presiden Prabowo terungkap dilokasi jauh dari pusat kekuasaan, yang notabenenya memilik “gedung-gedung pencakar langit” dengan jembatan-jembatan yang bertingkat dan berlapis-lapis. Lokasi ini berada di pinggiran pusat kekuasaan. Tepatnya di Provinsi Maluku Utara yang dipimpin oleh seorang Srikandi bernama Sherly Tjoanda yang sekarang lagi menggagas sebuah proyek Trans Kie Raha yang lagi “ngetrand”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *