oleh

COLLAPSE

​Sebaikny akita kutip pernyataan Prabowo tersebut: “Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambing-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi di negara lain, mereka sudah bikin kajian di mana Repu blik Indonesia tidak ada lagi tahun 2030. Bung, mereka meramalkan kita ini bubar!” Kata Prabowo dalam acara konferensi dan temu kader nasional Partai Gerindra di Bogor, Oktober 2017.

Baca Juga  Guide complet du casino en ligne – Tout ce que vous devez savoir pour jouer en toute sécurité et maximiser vos gains

​Yang menarik, Prabowo mengaitkan bubarnya Indonesia dengan penguasaan tanah dan kekayaan oleh elite. Ia prihatin bahwa kita tidak prihatin atas fakta bahwa 80 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh hanya 1 persen elite; bahwa kita tidak mempermasalahkan Sebagian besar kekayaan kita dibawa ke luar negeri. Padahal, katanya, ini yang merusak bangs akita.
​Merujuk pernyataan Prabowo, menurut Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, rasio gini tanah nasional yang disebutnya 0,8% merupakan salah satu prasyarat bubarnya Indonesia. Selain ketimpangan penguasaan tanah, ia juga menyebut beban keuangan Indonesia telah mencapai nominal yang mengkhawatirkan. Kemudian gini rasio penguasaan asset 0,43. Belum lagi sumber day akita dibawa keluar negeri dalam bentuk bahan baku dan bahan mentah.

Baca Juga  Spinando Casino: Wie Sie Ihre Spielzeit effektiv verwalten können

​Dalam laporan penelitian berjudul “Enam Dekade Ketimpangan Masalah Penguasaan Tanah di Indonesia”, Dianto Bachriadi dan Gunawan Wiradi membagi ketidak setaraan itu dalam dua kelompok. Kajian yang disokong Konsorsium Pembaruan Agraria itu menyebut terdapat ketimpangan antara penyediaan lahan untuk kegiatan ekstraktif bertujuan profit Perusahaan besar dan tanah bagi rakyat kecil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *