oleh

CATATAN REDAKSI PU —- SARUMA FEST 2025: Diplomasi Budaya Bassam–Helmi, Menenun Harmoni dari 21 Etnis di Bumi Saruma

Lebih dari Seremoni: Ruang Kebangkitan Bersama

Bassam–Helmi tidak ingin SARUMA FEST berhenti sebagai agenda tahunan yang seremonial. Mereka ingin menjadikannya sebagai ruang kebangkitan bersama. Kebangkitan partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkuat kohesi sosial.

“Festival ini adalah milik kita semua. Mari kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan,” ajak Bassam dengan penuh semangat.

Baca Juga  Meriah dan Penuh Makna! Ribuan Warga Halsel Tumpah Ruah di Pawai Tahrib Ramadhan 1447 H

SARUMA FEST: Simfoni Keberagaman di Timur Nusantara

Di tengah riuh parade budaya, tawa anak-anak, dan aroma kuliner khas dari berbagai etnis, SARUMA FEST 2025 menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia adalah simfoni keberagaman yang dimainkan dengan nada harmoni. Ia adalah panggung diplomasi budaya yang menyatukan perbedaan menjadi kekuatan.

Bassam–Helmi telah menunjukkan bahwa membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jiwa masyarakatnya. Dan di Bumi Saruma, jiwa itu kini hidup dalam semangat kebersamaan, dalam warna-warni budaya, dan dalam langkah-langkah kecil menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Baca Juga  Buka FGD :Bupati Bassam Kasuba Berharap Princes van Kasiruta Jadi Pahlawan Nasional.

SARUMA FEST 2025 bukan hanya milik Halmahera Selatan. Ia adalah pesan untuk Indonesia: bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirayakan—bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *