oleh

REMPAH 2026-2029: Strategi Wali Kota Ternate Dr. H.M. Tauhid Soleman Membangun Ternate dari Akar

-Kota Ternate-533 Dilihat

JAKARTA—-Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, dari krisis iklim hingga ketimpangan ekonomi, muncul satu gagasan segar dari timur Indonesia yang mengusung semangat lokalitas dan pemberdayaan: REMPAH 2026-2029. Inilah rencana aksi strategis yang akan dipresentasikan oleh Wali Kota Ternate, Dr. H.M. Tauhid Soleman, dalam forum bergengsi Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II di Gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga  PENATAAN PASAR HIGIENIS : Gratiskan Retribusi 3 Bulan, Pemkot Lanjutkan Penataan Kembalikan Ruang Publik

Lebih dari sekadar akronim, REMPAH : Revitalisasi Pemberdayaan Masyarakat dan Potensi Asli Daerah adalah cerminan dari pemikiran visioner seorang pemimpin yang memahami bahwa kekuatan sejati pembangunan terletak pada akar rumput: masyarakat dan potensi lokal.

Membangun dari Akar, Bukan Menara Gading

Dalam wawancara sebelumnya, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menjelaskan bahwa REMPAH bukan hanya dokumen perencanaan, melainkan sebuah gerakan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. “Ada tiga tema besar yang diangkat: lingkungan, ekonomi, dan vokasi. Ini sejalan dengan visi-misi Pemerintahan Andalan Jilid II,” ujarnya.

Baca Juga  ASN Berbagi di Ramadan: Sentuhan Kemanusiaan Sekda Rizal Marsaoly untuk Ringankan Beban ASN Jelang Lebaran

Tauhid Soleman, yang dikenal sebagai pemimpin dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, merancang REMPah sebagai jawaban atas tantangan pembangunan yang tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional. Ia menyadari bahwa pembangunan harus menyentuh semua lapisan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, petani kecil, hingga pelaku UMKM perempuan.

Sembilan Strategi, Satu Tujuan: Ternate yang Tangguh dan Mandiri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *