Wali Kota Tauhid Soleman mengajak masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bentuk perjuangan masa kini. “Jika Sultan Baabullah berjuang dengan tombak dan armada, maka perjuangan kita hari ini adalah dengan pena, buku, dan teknologi informasi,” katanya. Dalam pandangannya, kedaulatan intelektual adalah medan tempur baru yang harus dimenangkan oleh generasi Ternate hari ini.
Dengan peluncuran buku ini, Wali Kota berharap akan lahir “Baabullah-Baabullah baru” — generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakar kuat pada sejarah daerahnya. “Kota Ternate membutuhkan generasi yang mampu menjadi pemimpin dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan pembangunan,” pesannya.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Buku *Sultan Baabullah Datu’ Syah Sang Pembebas dari Timur* merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Madapolo Karamat Kesultanan Ternate, serta para sejarawan terkemuka dari Universitas Indonesia dan Maluku Utara. Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur, SE, menyebut buku ini sebagai karya monumental yang disusun dari sumber-sumber sejarah otentik dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
“Ini adalah langkah strategis dalam mewujudkan cita-cita besar literasi daerah,” ujar Safia. Ia menambahkan bahwa buku ini juga menjadi persembahan istimewa untuk Hari Pahlawan Nasional 2025 dan Hari Jadi Kota Ternate ke-775.
Empat Pilar Literasi Sejarah








Komentar