“Kementerian PU yang bangun, PDAM kita yang kelola. Daerah hanya menyediakan Rp5 miliar, sementara pemerintah pusat menanggung Rp48 miliar,” jelasnya.
Program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam visi pembangunan agromaritim Halmahera Selatan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan memperkuat infrastruktur dasar seperti air bersih, Pemkab Halsel berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan harmonis bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat Makian, Kayoa, dan Obi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pembangunan,” tutup Bupati Bassam.
Dengan langkah ini, Halmahera Selatan menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan martabat warganya.***













Komentar