Ia menegaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 mendatang, seluruh anggaran BOSP dan BOSDA akan diarahkan sepenuhnya pada program-program prioritas yang telah disusun bersama secara kolaboratif.
“Penyusunan ARKAS yang diawali dengan analisis laporan mutu adalah sebuah keniscayaan. Dengan begitu, setiap hambatan dan kebutuhan dapat dipetakan bersama oleh guru, komite, kepala sekolah, dan pengawas. Hasilnya, kebijakan yang lahir akan lebih realistis dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.
Melalui rapat kerja ini, SMK Negeri 6 Halmahera Selatan berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat, kolaboratif, dan berbasis data autentik, sebagai fondasi dalam mewujudkan sekolah yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada solusi nyata di lapangan.***






Komentar