OPINI

MATINYA FUNGSI PENGWASAN.

By.Abdul Aziz Hakim (Dosen FH UMMU Ternate).

——————

“Terbongkarnya kasus Sambo, sampai dengan skandal 300 trilyun merupakan buah efek hidupnya sistem pengawasan kita di republik ini”.

——————-
Dalam kajian konstitusi dan demokarasi, ada satu kalimat pamungkas yang yang tidak lain merupakan pernyataan presiden Amerika Serikat ke-4 James Madison.

“Seandainya manusia adalah malaikat, maka pemerintah tidak akan diperlukan.
Seandainya malaikat memerintah manusia, maka tidak perlu ada kontrol internal dan eksternal terhadap pemerintah

Kalimat ini paling tidak merupakan salah satu isyarat brilian bahwa dalam sebuah negara, pentingnya sebuah kontrol atas prilaku penyelenggara negara baik secara internal maupun eksternal.

Dalam konteks bernegara, pengawasan merupakan jantung konstitusi dan demokrasi, sehingga mati tidaknya sebuah konstitusi dan demokrasi tergantung fungsi-fungsi pengawasan itu aktif atau tidak.

Konsep kenegaraan ini memberi dasar pemahaman (epistem), bahwa dalam sebuah negara, lembaga pengawasan tentu mempunyai kedudukan sangat menentukan untuk menghidupkan roh alam konstitusi dan demokrasi dari belunggu kesewenang-wenangan kekuasaan (pawer tends to corrupt).

Iklan.

Dalam konteks inilah, ketika seorang pemimpin, selevel presiden, ketika dia alergi atas sebuah kritik maka dia akan dicap anti konstitusi dan demokrasi. Sebab dalam kedua konsep tersebut mengandung makna kebebasan dan hak kewarganegaraan yang harus dilindungi dan dipelihara oleh negara.

Tidak seorangpun dalam negara konstitusi dan demokrasi, tidak terkecuali Presiden, Ketua DPR, ketua MA, atau ketua KPK, terhindar dari namanya pengawasan. Itulah sebabnya maka dalam konteks ini pasti ada saja celah mengintai sorotan tajam dari efek kontrol atas prilaku para penyelenggara negara tersebut.

Prinsipnya dalam sebuah negara berkonstitusi dan demokrasi semua manusia yang memegang jabatan wajib dikontrol, sehingga berpotensi untuk diproses jika melakukan pelanggaran dan kejahatan atas jabatannya.

Fungsi pengawasan memegang peranan penting dalam menghidupkan proses penyelenggaraan negara yang bersih, dan bebas dari prilaku kotor para penyelenggara negara.

Dengan prinsip dan sistem pengawasan inilah seorang pemimpin baik dalam proses atau selesai menjalankan masa jabatannya, adakalanya bebas terhindar dari prilaku jahat atau sampai masuk dalam jeruji besi.

Banyak contoh di negeri ini yang telah menjadi bukti bagaimana dampak dari efek jitu jalannya pengawasannya, baik karena melakukan pelanggaran kelas ringan sampai dengan mendapat hukuman berat.

Kekuatan sistem pengawasan baik secara internal maupun eksternal dalam sistem bernegara merupakan obat mujarab dan mantra paling sakral dalam merawat jantung dan nadi kenegaraan, sehingga dapat dikatakan mati tidaknya sebuah negara tergantung hidup tidaknya fungsi-fungsi pengawasan dalam sebuah negara tersebut.

Terbongkarnya berbagai kasus di akhir tahun masa kepemimpinan negeri ini seperti kasus Sambo sampai dengan skandal 300 trilyun di kementrian keuangan,.merupakan buah hasil bergeraknya sistem pengawasan kita di republik ini.

Tentu harapan besar untuk pilar pengawasan secara ekternal di negeri ini, yakni
Civil society dan lembaga pers yang saya kira sebagai benteng terakhir pemegang mandat kontroling, untuk menjaga sewaktu-waktu, tidak berfungsinya secara maksimal, kekuatan lembaga pengawasan internal.!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *