oleh

Nestapa Istana Pulau Taliabu: Ketika Dana Proyek Mengalir ke Tanah Suci

-Ekslusiv-260 Dilihat

Sebuah bangunan sedianya menjadi simbol kemajuan dan pelayanan bagi masyarakat. Namun, gedung Istana Daerah (Isda) Pulau Taliabu, Maluku Utara, kini justru melahirkan cerita kelam yang mencederai rasa keadilan warga. Proyek megah yang dinanti-nantikan itu bertransformasi menjadi panggung dugaan skandal korupsi yang menyeret mantan orang nomor satu di daerah tersebut, Aliong Mus.

JAKARTA – Niat awal yang tampak mulia untuk menata infrastruktur daerah, kini berbalik menjadi malapetaka hukum. Aliong Mus, mantan Bupati Pulau Taliabu dua periode, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan hasil audit BPK Perwakilan Maluku Utara, kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek ini mencapai angka yang fantastis: 8 miliar Rupiah.

Baca Juga  Muksin Thalib, Pengusaha Muda Visioner yang Diusung Pimpin KADIN Maluku Utara

Namun, ada satu fakta yang lebih menyayat hati publik. Di balik angka kerugian tersebut, terungkap dugaan bahwa sebagian anggaran proyek—senilai Rp1,14 miliar—justru mengalir untuk membiayai perjalanan ibadah umrah sang mantan bupati bersama Keluarga dan kolega-nya.

Fakta-fakta mengejutkan keterlibatan “sutradara” Aliong Mus ini mulai terkuak satu per satu dalam persidangan kasus Isda.

Baca Juga  FH UII Yogyakarta Perkenalkan Program S1-S3 Hukum ke Putra-Putri Maluku Utara

Abdulah Ismail, kuasa hukum terdakwa Yopi Saraung, membeberkan bahwa aliran dana dari PT Damai Sejahtera Membangun (DSM)—kontraktor pelaksana proyek—mengalir deras atas perintah sang mantan bupati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *