oleh

Aksi Brutal terhadap Driver Maxim Berakhir di Tangan Aparat kepolisian Polsek Manggala

-Sulsel-112 Dilihat

Laporan : Fajar Ahmad wahyuddin

Makassar — Jajaran Reskrim Polsek Manggala berhasil mengamankan seorang remaja pelaku penganiayaan terhadap pengemudi ojek online Maxim menggunakan senjata tajam jenis anak panah busur. Pelaku diamankan pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WITA di wilayah Jalan Lasuloro Raya, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Korban diketahui bernama Sandi S (29), seorang pengemudi ojek online Maxim yang beralamat di Jalan Borong Raya, Makassar. Sementara pelaku berinisial MRH (17), seorang remaja yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan berdomisili di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, serta memiliki hubungan keluarga di Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga  SIT Darul Fikri Makassar Hadirkan Nuansa Tanah Suci Lewat Manasik Haji

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 11.15 WITA di Jalan Inspeksi Kanal Bangkala, Kecamatan Manggala. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius setelah anak panah busur menancap di bagian pinggang sebelah kanan.

Berdasarkan keterangan korban kepada pihak kepolisian, awal kejadian bermula saat korban melintas di sekitar lokasi kejadian. Ketika berada di area kemacetan, korban bertemu dengan pelaku yang saat itu diduga sedang melakukan aksi “palimbang-limbang” atau pa ogah di sekitar jalan. Tidak lama kemudian, pelaku secara tiba-tiba melepaskan anak panah busur ke arah korban hingga mengenai tubuh korban.

Baca Juga  Halal Bihalal FKPM Jadi Momentum Penguatan Kamtibmas di Manggala

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian pinggang kanan karena busur tertancap cukup dalam. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak Polsek Manggala guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Manggala Semuel To’longan melalui Kanit Reskrim AKP Andi Ilham bersama Panit Opsnal IPTU Andi Fahruddin dan IPDA Mannang langsung memerintahkan Unit Opsnal melakukan serangkaian penyelidikan intensif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *