oleh

Biaya Laut Mahal Picu Inflasi Maluku Utara Tembus 5,85 Persen, Akademisi: Rakyat Menanggung Ongkos Tata Kelola yang Lemah

-HEADLINE-1638 Dilihat

Kamal menilai persoalan bukan sekadar kapal dan dermaga, melainkan desain pasar yang timpang. Di sejumlah rute, hanya ada satu operator sehingga masyarakat tidak punya posisi tawar untuk menolak tarif di atas ketentuan resmi.

Dampaknya langsung ke inflasi. BPS mencatat inflasi tahunan Maluku Utara 5,85% pada Februari 2026, dengan inflasi Kota Ternate 6,57% jauh di atas Halmahera Tengah 2,64%. Tarif kapal yang mahal ikut masuk ke harga beras, telur, ikan, hingga bahan bangunan.

Baca Juga  RALAT: Bukan Dicopot! SK Alien Mus Sebagai Ketua DPD Golkar Malut Justru Telah Terbit, Tinggal Pelantikan

Ia merujuk teori Gunnar Myrdal dan Paul Krugman, bahwa biaya transportasi yang tinggi akan membuat pulau-pulau kecil makin tertinggal dan hanya menjadi pasar barang mahal.

Karena itu, ia menagih empat langkah konkret dari pemerintah:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *