oleh

OPINI: NASIB! Rakyat Malut Dicekik Pusat Dengan Efisiensi dan Ditampar Dengan Monopoli Proyek

-Artikel/Opini-1087 Dilihat

Oleh : Dr.Sofyan Abas /Ekonom UMMU Ternate

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah gambaran paling sahih tentang nasib rakyat Maluku Utara hari ini.

Rakyat Malut sedang mengalami dua pukulan sekaligus. Dari atas, dicekik oleh kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Dari bawah, ditampar oleh monopoli proyek di daerah.

Pertama, Cekikan dari Pusat.

Kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat bukan sekadar angka di atas kertas APBN. Dampaknya mencekik langsung kantong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berimbas pada dapur rakyat.

Baca Juga  Ketika Kepercayaan Menjadi Modal Pembangunan: Membaca Warisan Galasi dalam Transformasi Sosial Ekonomi Kota Tidore Kepulauan

Ketika pemerintah daerah menyikapi efisiensi dengan diskon Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP), pemotongan belanja rutin, dan pengetatan perjalanan dinas, maka yang terjadi adalah pelemahan daya beli secara sistematis.

ASN adalah pangsa pasar potensial terbesar di Ternate, di Sofifi, di Tidore. Ketika kemampuan akselerasi belanja ASN melemah, warung sepi, ojek sepi, UMKM sepi. Dinamika pasar ikut melemah. Uang tidak berputar.

Baca Juga  Mempertanyakan Komitmen Otonomi Daerah dalam pasal 18 UUD 1945 — Oleh Husein Umasangadji

Pusat mengetatkan ikat pinggang, daerah yang sesak napas, rakyat yang “lapar”.

Kedua, Tamparan Monopoli dari Daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *