Di saat UMMU mash terbatas, ada rumah di sebelah SMA Muhammadiyah, milik salah satu warga yang sudah mengungsi ke Manado mau di jual, setelah kami tau, saya dengan pak Rektor langsung menemui pak Wali Kota, Syamsir Andili agar bisa di bantu pembeliannya untuk di jadikan sebagai Kantor Rektorat. Pak Syamsir bersedia membantu, dengan bahasa yang mash teringat betul, besok nanti saya cek anggaran di Pak Bur, kata Pa Syamsir. Setelah keluar dari ruangan Walikota, saya ditugaskan pak Rektor untuk menemui Haji Bur terlebih dahulu untuk menyampaikan kesediaan pak Wali untuk siap membantu.
Begitu disampaikan, Haji Bur langsung memghadap Walikota dan menyampaikan kalau mash ada dana sisa. Jika dengan harga yang ada, bisa di bantu. Dan besoknya Haji Bur langsung memeroses, dan hanya dalam waktu 3 hari pembayaran rumah untuk Kantor Rektorat UMMU sudah dilaksanakan. Satu bulan kemudian Kantor Rektorat pun diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Ternate.
Dalam perjalanan selanjutnya, hingga beliau terpilih dan dilantik sebagai Walikota Ternate, Oktober 2010, Haji Bur senantiasa menjaga hubungan dengan UMMU. Satu hal yang kami tidak lupakan disaat menghadir acara pelantikan beliau di DPRD Kota. Usai pelantikan beliau memanggil saya selaku Rektor UMMU dan menyampaikan, “Pa Rektor..saya akan mengawali kegiatan Walikota, di Kampus UMMU. Selaku Rektor sangat bangga dan bersyukur dengan pernyataan ini. Kebetulan pelantikannya di bulan Ramadhan, kami langsung siapkan waktu untuk pak Walikota buka puasa bersama sekaligus mengisi acara Ramadhan on Kampus, hari itu juga, tgl 10 Oktober 2010.
Pada masa jabatan periode kedua, Rektor UMMU, 2013-2015, kami sering terlibat diskusi serius. Ada satu forum yang kami sediakan bernama 1 Jam Bersama Wali Kota di Kampus. Banyak hal yang didiskusikan bersama beberapa teman” dengan tema yang beragam tentang pembangunan, pemerintahan dan pelayanan publik, bahkan soal-soal sosial keagamaan di Kota Teenate.
Suatu ketika setelah diskusi kami jamu beliau di ruangan Rektor, ada seorang mahasiswa tahap studi akhir yang sudah lama menunggu kami di ruang tamu. Mahasiswa ini, sekedar melapor kalau dia sudah bisa membaca Al-qur’an setelah dikasi tugas mengaji oleh ketprodinya. Jadi meminta kalau bisa menghubungi Prodi dan Fakultas agar dijadwalkan ulang ujian skripsinya. Kebetulan ada ketentuan kampus, mahasiswa yang tugas akhir skripsi, di UMMU harus bisa membaca Al-Qur’an.









Komentar