Pemerataan Pembangunan.
Issu pemerataan pembangunan di kota Ternate mendapat perhatian kritis dalam beberapa dasawarsa terakhir.Pematinya, soal kesenjangan pembangunan di pusat Kota Ternate dengan pembangunan di Pulau Hiri, Pulau Miti dan Pulau Batang Dua yang dinilai timpang.Distribusi pembangunan di tiga pulau ini dirasakan jauh dari rasa adil.Bayangkan saja, pada tiga pulau ini, akses terhadap pelayanan dasar, transporasi darat dan laut dan telkomonikasi baru di tiga tahun terakhir ini.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945, pemerataan pembangunan adalah proses pemerataan untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial dan memastikan pertumbuhan ekonomi secara adil.Tujuan pemerataan pembangunan sampai ke daerah-daerah yang dilakukan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan karena pembangunan (baik itu infrastruktur maupun SDM) merupakan komponen penting untuk meningkatkan pembangunan
Pemerataan pembanguan bertujuan agar pembangunan dan peningkatan ekonomi tidak hanya berpusat di kota, sedangkan daerah lainnya tertinggal. Pemerataan pembangunan mengembangkan infrastruktur pendidikan, sumber air, jalan, transportasi, pengelolaan sampah, telekomunikasi dan informatika, perumahan, kesehatan, ketenagalistrikan, dan infrastruktur lainnya dibangun secara merata di seluruh wilayah. Sehingga, semua warga negara dari berbagai lapisan masyarakat dan wilayah dapat merasakan hasil pembangunan yang sama tanpa perlu melakukan urbanisasi.
Tauhid Soleman dan Pemerataan Pembangunan di pulau Hiri, Moti dan batang Dua.
Pemerataan pembangunan di pulau Hiri, Moti dan batang Dua harus jujur kita akui belum mencapai puncaknya.Masih banyak kebijakan pembangunan yang harus ditempuh guna mewujudkan pemerataan pembangunan di ketiga pulau itu, utamnya pembangunan infrastruktur dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur darat dan laut dan telkomonikasi.
Namun perlu mendapat catatan penting adalah, Walikota Tauhid Soleman telah memulai komitmen baru dan langkah nyata untuk memulai pemerataan pembangunan di sana.Komitmen politik itu ditunjukan Tauhid melalui pelantikan pejabat di Hiri, Moti dan Batang Dua.Disebut sebagai komitmen baru yang menandai komitmen pemerataan pembangunan ke sana karena langkah yang baru di pemerintahan Kota Ternate disertai langkah kebijakan pembangunan di tiga pulau ini.
Memang, jika dilihat dalam perspektif sebuah komitmen, pembangunan di Hiri, moti dan batang Dua dalam dua tahun terakhir belum maksimal, namun harus dicatat bahwa ada tantangan serius yang menghadang distribusi kebijakan anggaran pembangunan ke sana.Sejak dilantik sebagai Walikota Ternate, Tauhid harus berjibaku dengan kebijakan revitaliasasi pelayanan kebutuhan dasar seperti air bersih dan persampahan yang akut.Seolah sudah jatuh ketimpa tangga, pada saat yang bersamaan, Tauhid juga berhadapan dengan penanganan pendemi covid 19 dimana dalam dua tahun, APBD Kota Ternate mengalami refucusing guna penanganan pendemi covid 19.
Namun komitmen ke Hiri, Moti dan Batang Dua telah dicanangkan, yang nampak dalam alam pikir Tauhid Soleman “sekali layar terkembang, pantang surut ke balakang”.
Lanjutkan !.






Komentar