oleh

Refleksi Diri : Belajar berlaku adil dari hal-hal kecil.

-BUDAYA-498 Dilihat

Takaran ini memang relatif dan tak kwantitatif sehingga butuh “maqam” tertentu untuk merepresentasikan rasa adil banyak orang.bahkan ada orang yang mencoba untuk memberi bobot kwantitatif dari setiap tindakan/jasa hanya untuk mendapatkan “gambaran” dan ukuran rasa adil itu.

Dan dari sini,kita bisa menakar kadar kebaikan dan ketamakan/kerakusan seseorang dalam urusan “bagi-membagi” terkait jasa dan kontribusi setiap orang dalam sebuah peran bersama.

Baca Juga  Kunjungan Strategis, SIT Darul Fikri Makassar Bahas Sister School dengan Anis Matta

Ada yang merasa surprise saat menerima ‘konpensasi’ atas jasanya karena merasa begitu besar,tak setara dan tak di duganya,tetapi ada juga yang nyaris pingsan karena kaget tak menduga pengorbanannya yang luar biasa tetapi mendapatkan imbalan yang jauh dari harapannya bahkan merasa terhinanya karena ‘nilai’ dirinya ternyata begitu rendah dan tak menusiawi.situasi inilah kemudian memicu banyak fakta ketidakpuasan,merenggangkan pertemanan hingga sama sekali terputus silaturrahmi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *