OPINI

Setelah Sukses Di DKI, Anies Diminta Memimpin Indonesia

Tony Rosyid/Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Terima kasih Pak Prabowo. Terima kasih Gerindra. Terima kasih PKS. Terima kasih Habib Salim Al-Jufri, Sohibul Iman, Ahmad Saikhu dan Mardani Ali Sera, ketua timses Anies-Sandi. Terima kasih Sandiaga Uno dan Ariza Patria yang menenemani Anies dalam kerja untuk warga Jakarta. Terima kasih semua yang telah mengantarkan Anies menjadi gubernur DKI.

Terima kasih kepada yang telah ikut berkolaborasi membangun kota Jakarta. Terima kasih kepada individu-individu yang tidak mungkin dilist namanya satu persatu. Artikel akan kepanjangan. Anies ingat nama-nama yang sungguh berjasa membangun ibu kota.

Salam hormat, salam ta’dzim, salam semua kebaikan untuk mereka yang telah memberi kesempatan dan membantu Anies mendedikasikan hidupnya untuk warga Jakarta. Mereka semua ada dalam memori sejarah yang kelak akan dibaca oleh generasi bangsa di masa depan

Jakarta berubah. Ini bukan hanya kesuksesan Anies. Ini kesuksesan para relawan. Ini kesuksesan partai-partai pengusung. Ini kesuksesan para ketua umum partai yang memberi kepercayaan kepada Anies. Ini kesuksesan seluruh warga DKI. Anies hanya menjalankan amanah mereka. Dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada Anies, Jakarta telah berubah sebagaimana yang kita lihat hari ini.

Kesuksesan ini membuat rakyat meminta Anies tidak berhenti hanya membangun kota Jakarta, tapi berlanjut membangun Indonesia. Nasdem membaca itu. Lalu, segera partainya Surya Paloh ini meminang Anies dab mendeklarasikan sebagai calon presiden 2024. Resmi, tanggal 3 Oktober Anies dicalonkan Nasdem untuk jadi kandidat capres. Demokrat dan PKS juga membaca itu. Sedang cari waktu untuk ikut meminang dan mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden 2024.

Surya Paloh dan Nasdem tepat bacaannya. Setelah deklarasi, Anies dibawa silaturahmi kemana-mana. Testimoni, sekaligus ta’aruf. Ternyata benar, sambutan masyarakat luar biasa. Tidak hanya di medsos, tapi di lapangan. Riil dan sungguh nyata. Dimana ada Anies, massa membludak. Jumlah massa yang menyambut ratusan ribu.

Dimula dari Jogja, massa dan kader lintas partai antusias menyambut Anies. Jalanan dan tempat acara padat massa. Di Jawa Barat, khususnya wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, lapangan dimana Anies berpidato sesak pengunjung. Di Sumatera, mulai dari Medan, Aceh, Padang hingga Riau, Anies disambut dukungan yang luar biasa besar, optimis dan militan. Kalau di Jakarta, jangan tanya lagi. 83 persen warga Jakarta puas terhadap kinerja Anies. Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang hingga Banten, dukungan kepada Anies gak jauh dengan warga Jakarta.

Minggu ini, infonya, Anies road show ke Sulawesi. Diperkirakan jumlah massa tidak kalah besar dari yang ada di kunjungan-kunjungan sebelumnya.

Melihat ini semua, PKS bangga. Tidak salah memberi amanah kepada Anies di DKI. Anies betul-betul memenuhi keiteria yang diharapkan oleh PKS. Anies betul-betul menjalankan amanah di DKI. Sukses. Ahmad Saikhu, presiden PKS, Mardani Ali Sera dan sejumlah kader PKS seringkali mengungkapkan kebanggan itu. Mengapresiasi sedemikian tinggi terhadap hasil kerja dan prestasi Anies. PKS yakin Anies bisa membawa perubahan tidak saja di DKI, tapi juga di tingkat nasional. Anies layak menjadi pemimpun Indonesia, kata sejunlah pimpinan PKS. Karena itu, PKS terus melanjutkan dukungannya kepada Anies untuk nyapres di 2024.

Gerindra dan Prabowo mestinya juga ikut bangga. Tokoh yang diusungnya di DKI mendapat apresiasi rakyat secara nasional. Mestinya, Gerindra adalah partai yang pertama membaca ini dan segera mengusung Anies untuk menjadi calon presiden 2024.

Harap dimaklumi jika Gerindra saat ini lebih memilih untuk mencalonkan Prabowo, ketua umumnya. Tentu, Gerindra punya pertimbangan-pertimbangan yang matang dan memadai untuk kepentingan partai.

Namun Gerindra akan tetap realistik. Jika dalam waktu kurang dari satu tahun menuju pendaftaran pilpres nanti elektabilitas Prabowo kurang meyakinkan untuk ikut kontestasi di pilpres 2024, maka tidak menutup kemungkinan Gerindra akan ikut mengusung Anies. Menyempurnakan dukungannya dari Gubernur DKI ke Presiden RI. Ini adalah langkah politik Gerindra yang paling realistis. Prabowo adalah seorang negarawan yang selalu bertindak realistis dan rasional.

Jika sebelumnya Gerindra pernah mengusung Jokowi di pilgub DKI 2012. Belum sampai tuntas menjalankan amanah di DKI, Jokowi nyapres melawan Prabowo. Dua kali nyapres, Jokowi mengalahkan Prabowo. Berbeda dari Jokowi, Anies telah menuntaskan tugasnya di DKI. Lima tahun penuh. Sebagaimana Anies ungkapkan saat kampanye maupun awal bertugas, akan berkomitmen untuk menuntaskan tugas lima tahun di Jakarta. Anies tidak akan nyapres dan apalagi melawan Prabowo di pilpres 2019. Anies telah penuhi janji dan komitmennya itu. 2019 Anies tidak ikut nyapres dan memilih untuk tuntaskan tugas yang diberikan oleh Gerindra-PKS mengurus kota Jakarta selama lima tahun. Anies penuhi janjinya itu.

Pilpres 2024, eranya anak muda. Eranya para tokoh seusia Anies. Anak-anak muda usia 50-an tahun. Mereka masih fresh dan bersemangat. Saatnya diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini.

Jika hari ini, atas dukungan dan desakan rakyat Anies dicalonkan untuk menjadi presiden 2024, sebagai anak bangsa yang baik, tidak ada alasan bagi Anies untuk menolak amanah tersebut. Satu-satunya pilihan adalah teruma amanah itu.

Jakarta, 8 Desember 2022.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *