HEADLINE

DI NILAI ACUH, “TAK ADIL” DAN “TAK MAMPU” MENGURUS SOFIFI, PEMKOT TIKEP DIMINTA LEPAS OBA-SOFIFI.

“Jika Pemkot Tak Mampu Urus Sofifi, Lepaskan Saja.Jangn Hanya Datang Tagih Retribusi Langsung Pulang dan Diam”.

 

PIKIRAN UMMAT.Com—Sofifi||Sikap Pemerintah Kota Tidore dinilai acuh tak acuh, tidak adil dan tidak mampu lagi mengurus Oba dan Ibukota Sofifi sudah mencapai tingkat klimaks.

Mulai dari soal penanganan sampah, abai atas penanganan 3(tiga) kali peristiwa kebakaran, fasilitas perdagangan menuai kritik tajam sebagai bentuk ketidak adilan dan ketidakmampuan pemkot Tikep dalam mengurus Oba dan Sofifi sebagai Ibu kota Provinsi Maluku utara.

Padahal, Oba -Sofifi menurut tokoh dan warga Oba-Sofifi mengalami perkembangan pesat dan menjadi lumbung PAD Tikep sehingga  semestinya mendapat perhatian serius terutama dalam rangka  bisa mengantisipasi berbagai kejadian seperti soal kebakaran dan penanganan sampah tersebut.

Hal itu terungkap dari diskusi warga Oba-Sofifi dengan warga Malut lain di WAG DOB Sofifi yang disarikan media ini.

Soal penanganan kebakaran 16 ruko di kawasan perdagangan dan bisnis di pasar Galala yang baru terjadi itu mendapat perhatian serius dalam diskusi.Kebakaran 16 ruko ini diketahui ditaksir menimbulkan kerugian puluhan milyaran rupiah.

Pemkot Tikep dimintai serius dan adil dalam menerapkan pelayanan publik terhadap warga Oba-Sofifi setara pelayanan dengan Warga Kita Tidore.

Pemkot menurut mereka, sampai peristiwa kebakaran yang ke tiga 16 ruko ini dituding tidak menunjukan keseriusan untuk antisipasi peristiwa yang berulang ditengah ancaman kebakaran mengintai ibu kota Sofifi dari danpak perkembangan pesat Ibu kota provinsi Maluku utara ini.

Itonis pula simana terungkap bahwa sampai pasca kejadian kebakaran H-3, tak satupun pemimpin atau aparat pemkot Tikep yang menyambangi lokasi kejadian dan bertemu dengan warga korban kebakaran sebagai bentuk dukungan moril kepada mereka.

Pemerintah Kota Tikep dimintai harus serius mengurus penanganan kebakaran baik secara struktural maupun operasional karena peristiwa kebakaran terjadi secara beruntun.

”pemerintah harus serius karena peristiwa kebakaran di kawasan Pasar Galala ini sudah  kali ke tiga dan tidak  ada pertolongan dari Pemadam kebakaran, karena sampai saat ini tidak  ada satupun Mobil Damkar di kawasan Sofifi “papar Umar, tokoh masyarakat Sofifi yang dikutip komentarnya di WAG DOB Sofifi-Halmahera.

Pemkot lanjut Umar mestinya tanggap atas perkembangan Sofifi yang pesat seperti penyediaan fasilitas alat pemadam kebakaran sehingga bisa tanggap jika peristiwa kebakaran melanda.

“Konsisi  perkembangan Sofifi yang begini pesat harusnya pemerintah Tikep mengikutsertakan berbagai fasilitas pendukung agar tidak memunculkan masalah baru”jelas dia.

Warga Sofifi lain menyayangkan Pemkot yang sangat tidak tanggap atas perkembangan pesat Kota Sofifi.
“Pertumbuhan ekonomi dari sektor perdagangan khususnya kota Sofifi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan tapi disayangkan fasilitas pasar sangat memprihatinkan, akademisi bongkar muat untuk tol laut ataupun kontainer masih didominasi ternate dan Tidore, mobil sambar sampai saat ini belum ada walaupun sudah beberapa kali terjadi kebakaran ditambah lagi TPA yang masih misterius”semprot warga dengan nama nitizen AzA Distro ini.

Ketua GENPAR meminta Pemkit Tikep adil daam diatribusi pelayanan pembangunan antara Kota Tidore dengan Oba karena sama kedudukanya di hadapan pemkot Tikep.
“Kota Tidore Keulauan itu pulau Tidore dan Daratan Oba.Perkuan terhadap Oba harus sama dengan Kita Tidore.Kalau di Tidore ada pemadam kebakaran maka di Sofifi juga harus ada, begutu juga utusan sampah.”tegas Maman Halil, Ketua GENPAR Maut yang juga tokoh politisi muda Sofifi ini.

Maman mengingatkan sekaligus mengancam pemkot Tikep bahwa sumbangsih retribusi pasar Galal itu terbesar untuk PAD Tikep dan olehnya jika tak mampu mengurus Sofifi lagi alangkah baiknya di lepas sebagai DOB untuk busa mengurus dirinya dengan baik.
“Retribusi terbesar Tikep itu dari pasar Galala.Kalau Tra bisa (tidak bisa-ref) urus Sofifi kase lapas sudah”tandasnya.
Umar juga dengan tegas memintah Tikep melepaskan Sofifi saja ke pemerintah pusat untuk mengatur dan mengurus Kota Sofifi dengan baik.
“Kalau tidak mampu lebih baik lepaskan Sofifi ke Pemerintah pusat untuk mengurus Sofifi dengan baik”tandas dia lagi.

Sebagai bentuk solidaritas korban kebakaran, warga Sofifi menggelar aksi sosial penggalangan dana korban kebakaran ruko pasar Galala-Sofifi yang diinisiasi oleh KKSS dan IWSS.

Alih-alih, wakil rakyat dapil Tikep akhirnya ikut kena semprot karena dinilai abai atas aspirasi pelayanan publik dan pembangunan bagi warga Oba-Sofifi yang prima dan adil.
“Teman-teman DPRD tike dapil Oba kalau tidak bisa bersuara lebih baik mundur saja daripada pilih kalian tapi tidak berguna”semprot Umar.

Insiden kebakaran di Galal-Sofifi terhitung sudah tiga kali terjadi namun pemkot Tikep di anggap acuh tak acuh terhadap kejadian ini.
Pemkot Tikep di nilai lalai saat Penanganan kejadian dimana tak satupun petugas kebakaran dan fasilitas yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran juga upaya pembangunan antisipasi kebakaran pun tak terlihat tanda-tandanya.

Selain itu, fasilitas perdagangan dan bisnis seperti pelabuhan bongkar muat dan dermaga tol laut, pelabuhan kontainer juga belum tersedia ditengah perkembangan perdagangan dan bisnis Sofifi yang kian menggeliat.

Sejauh ini pemkot belum dikomfirmasi perihal apakah perencanaan pembangunan penanganan kebakaran dan pengembangan kawasan bisnis di Sofifi sudah di buat dan dianggarkan pada tahun anggaran 2023 atau belum namun sikap pemkot yang diam dari tumpukan kritik yang di arahkan kepada mereka menandai pemerintahan Kota induk dari ibukota provinsi Malut ini terkesan tidak serius mengurus Oba-Sofifi seperti yang ditudingkan warga Sofifi(***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *