HEADLINE

GERAKAN PERJUANGAN DOB SOFIFI HARUS MENJADI ISYU CENTRAL MALUKU UTARA.

 

PIKIRAN UMMAT.Com—Ternate||Gerakan DOB Sofifi kembali bergema menyusul gerakan-gerakan sebelumnya yang sempat mati suri.
Ditenggarai gerakan bersifat parsial berbasis gerakan identitas membuat perjuangan DOB Sofifi mudah dipatahkan lalu kandas.

Gerakan DOB Sofifi harus menjadi isyu bersama seluruh rakyat Maluku utara dipandang sebagai gerakan masif dan terstruktur yang bakal menghadirkan keberhasilan.
Seiring pemerintah pusat juga mulai menaruh perhatian serius terhadap peningkatan status ibukota provinsi Maluku utara ini.
Demikian pandangan Tokoh Malut dan politisi nasional Dr.Sudjud Sirajuddin, SH.MH.,  kepada media ini.

Menurutnya gerakan DOB Sofifi harus dilakukan secara masif oleh seluruh elemen gerakan dan seluruh daerah se Maluku utara.
Gerakan yang parsial dinilai lemah dan kurang memberikan efek kecut yang kuat sehingga tidak membuat para pemangku kepentingan DOB Sofifi untuk merespons dengan baik.

“Lemah kalau hanya  dengan gerakan parsial tetapi harus gerakan masif yang melibatkan seluruh elemen Maluku utara dari 9 Kabupaten  dan Kota”ujar nya.

DOB Sofifi kata mantan anggota DPR  RI harus menjadi isyu politik bersama.Dengan begitu seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan kepentingan politik bakal bisa ditarik masuk dalam ruang kepentingan DOB Sofifi.

“Kalau ingin gerakan DOB Sofifi sukses maka harus jadikan sebagai isyu bersama.Mereka penguasa yang terkait dengan politik praktis bakal dibikin berikir pada kepentingan aspirasi DOB Sofifi.percaya deh”tandas nya.
Nara sumber memperkuat pandangan Sudjud.

Ike Masita Tunas, S.Sos.

Dino, di grup WA perjuangan DOB Sofifi menyatakan Sofifi harus menjadi milik rakyat di 10 Kabuoaten dan kota sebaliknya DOB sofifi tidak bisa diperjuangkan dalam konteks gerakan identitas semata

“Perlu saya sampaikan pendapat di grub sebagai masukan kalaborasi pemikiran
Pertama, Sofifi ibu kota prov malut adalah harga diri 10 kabupaten kota dan Rakyat Malut, ke dua, Sofifi bukan lagi miliki segilitir orang yang mengatasnanakan politik identitas tapi sofifi merupakan masyarakat pruralisme dari segala suku dan etnis, ke tiga, DOB sofifi kalau kita mau dorong baiknya satukan kekuatan 10 kab/ kota, dan ke empat kalau memang DOB tidak  juga di akomodir maka yg harus di dorong adalah Kepres tentang kota baru sofifi .alasanya kalau sudah ada legalitas hukum maka dari aspek anggaran untuk bangun sofifi juga tidak  ada masalah…🙏”ujar Dino dalam ciutanya.

Kembali Sudjud Sirajuddin mengatakan DOB Sofifi sebagai keharusan mengingat banyak manfaat yang bakal diraih dan sebaliknya dia mengingatkan bahwa berlarut-larut nya DOB Sofifi merugikan seluruh Maluku utara terlebih terhadap rakyat Sofifi.Apalagi kata dia, Sofifi dan Oba yang dia dengar kurang mendapat perhatian pembangunan.
“Kalau DOB  Sofifi ini berlarut-larut maka yang rugi seluruh Maluku utara apalagi rakyat Sofifi yang saya dengar kurang mendapat perhatian dalam pembangunan”imbuhnya.

Ike Masita Tunas, politisi perempuan yang getol mendorong DOB Sofifi menyatakan DOB Sofifi terkait erat dengan keadilan gender dimana berlarut nya DOB Sofifi ditengah budaya patriarki menimbulkan korban di pihak perempuan.

Sudjud meminta semua pihak jangan terjebak pada pikiran-pikiran identitas yang tidak beralasan karena pasca DOB Sofifi pada akhirnya Kota Sofifi diurus dan ditentukan sendiri oleh pemerintahan Sofifi yang terpilih secara demokratis dari suara rakyat Sofifi sendiri.

“Jangan terjebak pada phobia politik identitas yang tidak beralasan karena pada akhirnya DOB Sofifi bakal diurus oleh pemerintahan hasil pilihan rakyat Sofifi sendiri” tandasnya.

Kunci sukses perjuangan DOB Sofifi adalah jadikan DOB Sofifi sebagai isyu bersama dan isyu central seluruh komponen dan rakyat Maluku utara”pungkasnya.(***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *