HEADLINE

KONSISTEN DENGAN VISI PENDIDIKAN, DR.H.MUHAMMAD KASUBA., MA :EVERY BODY CAN STUDY.

PIKIRAN UMMAT.Com—Labuha||Dr.H.Muhammad Kasuba, MA., menegaskan komitmen dan visi kepemimpinanya soal betapa pentingnya pembangunan pendidikan guna mencerdaskan rakyat yang mandiri dan bermartabat.
Oleh karena itu, menurut calon Gubernur Malut ini, pendidikan merupakan puncak tertinggi dan terpenting dari seluruh sektor kehidupan.
Dalam pandangan pada kesempatan lain, pendidikan merupakan kunci peradaban manusia.
Pandangan itu disampaikan Dr.H.Muhammad Kasuba di hadapan forum civitas akademika, wisudawan angkatan ke VIII dan tamu undangan pada sidang senat  STP Labuha, Selasa (18/7).
Mantan Bupati Hal-sel dua periode ini melontarkan gagasan menarik “Every One Can Study “ artinya setiap orang bisa sekolah.

Pendidikan menurutnya memegang peranan amat penting dan strategis bagi kehidupan manusia.Oleh karena itu, tugas setiap pemimpin kata dia harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pembangunan pendidikan berkualitas bahkan sektor pendidikan harus mendapat perhatian terpenting dari semua sektor sektor penting .

Pendiri dan Ketua Dewan Pembina STP ini mengungkapkan bahkan pendidikan telah menjadi obsesinya baik sebagai pribadi dan pemimpin.
“Saya terkadang berandai-andai. seandainya saya jadi kepala Desa maka saya akan menjadikan Desa sarjana, ketika saya menjadi Bupati, 3(tiga) perguruan tinggi berdiri yakni STP Labuha, Politeknik Kie Raha dan STAIN Alkhaerat Labuha, dan jika saya terpilih sebagai Gubernur maka ratusan ribu anak muda harus jadi sarjana S1, puluhan ribu harus meraih S2 dan Malut punya ratusan bahkan ribuan S3” paparnya dihadapan Wisudawan dan tamu undangan.
Komitmen nya terhadap dunia pendidikan, membuat Ketua DPP PKS ini nampak resah dengan perkembangan dunia pendidikan khususnya di Hal-Sel dan Provinsi Maluku utara.
Dia menilai perkembangan pendidikan hidup segan mati tak mau.
“Satu dasawarsa memimpin Hal-sel, pendidikan tumbuh dari SD sampai perguruan tinggi dengan berdirinya 3(tiga) perguruan tinggi yakni STP, Poluteknik Halmahera dan STAIA Alkhaerat tetapi kemudian mengalami degradasi di dua dasawarsa terakhir.STP Labuha tidak bisa hidup tapi tidak mati-mati juga”ujarnya disambut tawa hadirin.

Ustadz Muhammad Kasuba mengungkapkan, dalam rangka pembangunan SDM Maluku utara, di tahun 2015, dirinya menggagas forum rektor se Maluku utara dengan menggelar pertemuan di pulau wisata Nusa Ra, Bacan Kabupaten Hal-sel kemudian melahirkan proposal bea siswa Kie Raha yang konsep awalnya sebesar Rp.100 Milyar namun disetujui DPRD Malut hanya sebesar Rp.50 Milyar.
Program bea siswa Kie Raha itu ungkap sapaan akrab MK itu untuk menciptakan ratusan ribu sarjana S1, Puluhan ribu S2 dan ribuan S3.
Sayangnya ujar calon Gubernur Malut ini, program mulia ini hanya berjalan afektif tiga tahun dan terhenti sampai saat ini.
“Ini sangat saya sayangkan, program yang mulia untuk membangun manusia yang mandiri dan bermartabat serta modal penting pembangunan daerah itu tidak mendapat respons yang baik”imbuhnya.
Muhammad Kasuba menilai, sektor pendidikan masih harus mendapat perhatian serius semua komponen terutama pemerintah.
Langkah pembangunan fasilitas perguruan tinggi yang dekat dengan akses masyarakat harus di bangun agar masyarakat yang lemah pun bisa mengakses pendidikan perguruan tinggi.
“Saya menemui di masyarakat mereka tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak mampu mengakses pendidikan yang jauh”ujar nya.
Sangat rugi kita jika anak-anak lulusan SMU yang baru berusia 16 tahun harus terpaksa bekerja di perusahan-perusahan tambang tanpa skil yang memadai untuk bisa mandiri “ungkapnya lirih.

Ini harus menjadi konsen kita semua”pungkas Dr.H.Muhammad Kasuba, MA(***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *