BUDAYA

ANIES DAN THE NEW JAKARTA .


Sebuah Catatan Ringan Tentang Jakarta.

By.USMAN SERGI,SH./Pemred.

Jembatan Penyebrangan Orang (JPO)Phinis di jalan Sudirman Jak-Pus menjadi tempat fovorit swa foto warga Jakarta dan menandai ikon Jakarta Jakarta yang apik, modern dan manusiawi.

Adagium “Pemimpin nya begini, Kota ku begitu” logis saja.Karena pemimpin notabene penguasa potensial membentuk wajah dan karakter sebuah kota atau daerah yang dipimpinnya.
Rutinitas Kebijakan politik pembangunan sang pemimpin yang menyentuh langsung fundamental kehidupan warga dan seluruh entitas lainya sudah pasti merubah wajah fisik dan psikososial sebuah kota.
Apalagi pemimpin dengan leadership yang kuat bakal memobilisasi fisik dan budaya sebuah kota yang dinamis.

Anies & Jakarta.
Tulisan ini hanyalah refleksi faktual atas pengalaman penulis melancong ke jakarta dari rezim ke rezim Anies.
Sebagai masyarakat jurnalistik, saya sedikit kritis terhadap fonomena faktual.Mengkompasikan pengalaman sudah pasti tak terlewatkan.
Satu hal yang menarik dan menggelitik saya adalah perubahan wajah sekaligus karakter Jakarta di tangan Anies yang berbeda nun jauh dari Tempo doloe, kemarin dan hari ini.
Sudah kurang lebih 25 kali saya bolak balik Ternate-Jakarta dari sejak rezim Gubernur Soetiyoso, Gemawan Fauzi, Djarot, Ahok lalu saat ini Anies baru menemukan Marwah baru Ibukota Negara.
Jakarta baru yang lebih asri dan anggun wajah fisiknya dan etis tabiatnya.
Soal wajah fisik, semua sudah pasti tahu itu.
Jakarta dengan pendastrian dan JPO yang lebih tertata apik dan bersahabat bagi semua kalangan itu perkembangan yang nyata.

Nampak Warga Jakarta sedang berswafoto di JPO.

JPO yang dibangun apik bahkan telah berhasil menandai sebagai ikon Jakarta.JPO yang multifungsi dari sebagai jembatan penyeberangan dan media rekreasi.Setiap hari, warga kota dan juga para pelancong asing dan domestik ber swafoto di 9 JPO nan indah di Jakarta.

Anies telah merevolusi Jakarta menjadi destinasi wisata modern.Tempo doeloe, wisata jakarta hanya Ancol dan rangunan dan untuk mencapai dua tempat itu bagi yang berkantong pas-pasan harus rela berpeluh keringat di bus apek.Sekarang tak perlu jauh-jauh dan berpeluh keringat karena telah ada moda transportasi masal modern baik bus trans jakarta dan jek lingko yang sudah pasti singgah di JPO-JPO itu.

Pendastrian nyaris di seluruh tepi jalan yang ramai lalulintasnya memberikan ruang yang ideal bagi para pejalan kaki.Untuk pejalan kaki dari ujung selatan depan gedung Nugraha Santana milik keluarga Ibnu Sutowo saja, tak perlu gerah karena pendastrian yang luas dan memanjang di sepanjang jalan misalnya di jalan Sudirman sangat rindang dari pepohonan rindang di pinggir jalan bikin kita tak “berasa” berjalan sampai ke bundaran Semanggi.

JPO yang indah dan terintegrasi langsung bagi pengguna jalan penyeberangan dan pengguna moda transportasi masal Bus Way semakin memanjakan warga jakarta.

Pemandangan kumuh terutama di kolong-kolong fly over dan jalan toll nyaris tak nampak pagi.
Kota yang modern nan asri dan bersahabat adalah kesan fisik yang kita tangkap dari wajah fisik Ibukota Negara ini.
Teristimewa Jakarta nyaris bebas banjir, kalau macet itu memang sudah idiologi nya sebuah kota metropolitan.
Yang menarik dan mencengangkan bagi saya adalah tabeat dan perangai Jakarta yang berubah revolusioner di tangan Gubernur Anies Baswedan.Ini bukan langkah dan capaian yang mudah bagi seorang Gubernur Kota Metropolitan Jaakarta.Butuh keberanian Anies untuk merevolusi perangai ibukota ini.
Wajah Jakarta sudah bereinkarnasi ke wajah manusiawi insani yang jauh dari prostitusi dan narkoba.

Salah satu JPO yang tak kalah indah dari 9 JPO di DKI Jakarta.

Pasca kasus penutupan Hollywings oleh Gubernur Anies, Jakarta nyaris tak menyisahkan satupun tempat hiburan bar, diskotik dan tempat maksiat ala Jakarta Under Ground seperti diabdikan Muamar Emka itu.
Jangankan berhasrat ke club malam ala Jakarta sebelum Anies, mau Sauna saja tidak bisa karena belum satupun tempat Sauna yang membuka usahanya karena kebijakan Pendemi.
Jakarta nya Anies semakin religuis kah ? Itu kesadaran warganya yang semakin tertutup jalan menuju maksiat sang The Governor Jakarta.
Wajah Jakarta kesanya kian nasionalis.Kita memang jarang  mendengar lantunan dzikir dan solawatan namun kualitas beragama warga kian naik.
Di media maeanstream, ibukota nampak telah sepi dari berita-berita kriminal, prostitusi dan kejahatan narkoba.

Dari Maluku utara, Salute For  Anies dengan Tne New Jakarta karena Pemimpin harus membawa perubahan !

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *