HEADLINE

GUBERNUR GELAR JAMUAN MAKAN MALAM UNTUK MENTERI KKP DAN STAFSUS PRESIDEN.

PIKIRAN UMMAT.Com—Tenate||Gubernur Maluku utara, H.Gani Kasuba menjamu Menteri KKPWahyu Sakti Trenggono dan Staf Khusus Presiden Prof.Rokhmin Daruri dengan menggelar jamuan makan malam bertempat di Royal Cafe &Resto, Senin(7/3).
Acara dimulai sekira pukul 20.30 WIT itu selain dihadiri langsung Gubernur, Menteri KKP, Stafsus Presiden, Dirjen Tangkap Keentia KKP,juga turut hadir Anggota DPR RI Alien Mus, Senator Malut Namto Hui Roba jajaran Forkopimda, Sekprov , pimpinan SKPD Pemprov Malut dan tamu undangan lainya.
Gubernur AGK dalam sambutanya menyambut gembira kunjungan Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono dalam rangka membuka Helatan Iven Festival Kampong Nelayan Tomalou sekaligus melihat langsung kondisi pembangunan kelautan dan perikanan Maluku utara.

Tamu undangan pada acara jamuan makan malam yang di gelar Gubernur Untuk Menjamu Menteri KKP dan Stafsus Presiden .
Dalam sambutanya, orang nomor satu Malut ini tak lupa menyampaikan Terimakasih dan apresiasinya atas kunjungan menteri KKP ini sekaligus menetapkan Maut sebagai wilayah Lumbung Ikan Nasional.
“Terimakasih kepada pak Menteri KKP yang telah menetapkan Malut sebagai salah satu lumbung ikan nasional” ucap Gubernur dalam sambutanya.
Gubernur mengungkapkan bahwa Menteri KKP sangat mengetahui jelas potensi kekayaan keluatan dan perikanan Maluku utara olehnya Malut ditetapkan sebagai daerah lumbung ikan nasional.
“Pak Menteri KKP lebih tahu kekayaan laut Maluku utara olehnya menetapkan Maluku utara sebagai salah satu lumbung ikan nasional”ungkap Gubernur dalam sambutanya.
Sementara itu Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono dalam sambutanya menyampaikan arah baru kebijakan pembangunan nasional bidang kelautan dan perikanan.
Menurut mantan Wamen Pertahanan ini, sejak pemberlakuan UU Cipta Kerja, pengelolaan kelautan dan perikanan mengalami perubahan dari berbasis ekonomi menjadi ekologis.
Menurut Wahyu,Pembangunan kelautan dan perikanan ke depan harus berbasis ekologis dengan pengelolaan yang sustanable atau berkelanjutan.Dengan begitu, potensi kelautan dan perikanan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan generasi yang akan datang.
Oleh karena itu pendekatan operasional dalam pengelolaan kelautan dan perikanan mengalami reformasi secara proporsional antara industrialisasi dan nelayan tradisional.
Menteri KKP menegaskan, pola pendekatan Cangkuang dan rumpon akan distop dengan pendekatan industri perikanan yang sustanable.
“Cangkrang dan rumpon akan kita stop karena merusak habitat dan potensial mematikan potensi perikanan kita”pungkasnya.
Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono juga mengungkapkan, Kabupaten Morotai akan dikembangkan sebagai kawasan khusus ekonomi bidang kelautan dan perikanan.Dalam rangka itu, Menteri KKP akan mengunjungi Morotai guna melihat langsung kesiapan KEK bidang kekahatan dan perikanan.
“Besok,(8/3) saya ke Morotai untuk melihat kesiapan pelaksanaan KEK bidang kelautan dan perikanan”ungkap Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono(***).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *