POLITIK

DR.SUJUD SURAJUDDIN : TIDAK RELEVAN ISSU DIKOTOMI DALAM WACANA KEPEMIMPINAN MALUT.

PIKIRAN UMMAT.Com-Jakarta||Perkembangan dan tantangan yang dihadapi Maluku utara kekinian membutuhkan perhatian dan tanggun jawab semua pihak secara profesional.Sebaliknya issu yang bersifat dikotomis dan potensial menghambat curahan pemikiran semua komponen anak bangsa sudah harus dihindari.

Iklan.

Pandangan itu dikemukakan pengamat politik dan ketatanegaraan Sujud Sirajuddin menanggapi perkembangan dikotomis dalam wacana politik Maluku utara.
Menurut mantan legislator Senayan ini, Maluku utara harus menjadi rumah bersama seluruh rakyat Maluku utara guna bisa mencurahkan kemampuan gagasan dan kreasinya bagi kemajuan Maluku utara. Sebaliknya upaya dikotomis hanya akan membumkan potensi anak bangsa lainya padahal bisa didayagunakan untuk kemajuan Maluku utara.
“Mari kita ciptakan Maluku utara sebagai rumah besar semua komponen bangsa agar seluruh potensi anak-anak Moloku Kie Raha bisa didayagunakan guna sebesar-besarnya kemajuan Maluku utara” demikian pandangan Sujud Sirajuddin.
Menurut Kader KAHMI ini, sejarah Moloku Kie Raha membuktikan eksistensi kejayaan Maluku Kie Raha dibawah rezim kesultanan yang islami ditopang oleh prinsip kemajemukan atau pruralisme sehingga mauku Kie Raha bisa eksis dalam pergaulan dunia.
Selanjutnya sambung Dia, Perkembangan kekinian juga menunjukkan trend global yang pruralisme , humanisme dan tatanan demokratisasi sehingga semua bangsa harus menyesuaikannya jika ingin tetap eksis dalam percaturan pergaulan global.Nilai -nilai global ini kata sujud juga sudah tidak bisa di nafikan dalam siatem kehidupan lokal karena perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat telah menyatukan dunia dalam satu lingkungan yang bersifat global.
“Sejarah Moloku Kie Raha adalah sejarah eksistensi pruralisme dan sejalan dengan perkembangan global yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat di era revolusi 0.4 dimana dunia sudah menyatu dalam satu ekosistem kehidupan manusia di seluruh dunia.Dalam konteks ini dikotomi sudah tidak relevan lagi”jeasnya.
Oleh karena itu pemilik gelar S3 hukum Universitas Padjajaran Bandung ini memintah seluruh komponen anak bangsa di Maluku utara agar mampu melakukan revolusi pemikiran guna mampu melakukan lompatan strategis bagi pemajuan Maluku utara yang lebih maju dan demokratis .
“Kita semua harus berubah dalam menyikapi perkembangan lingkungan strategis dunia yang semakin prural dan demokratis” pungkas Sujud Sirajuddin.((***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *