HEADLINE

SEMINAR NASIONAL PRODI TEHNIK SIPIL UMMU .Ass III Malut : Sudah Saatnya Dipikirkan Pembatasan Permukiman Baru di Kota Ternate.

 

Foto : Ass III Setdaprov Malut, Asrul Gailea saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara civil Premier Education & Seminar Nasional yang di selenggarakan HMS UMMU , (Foto :Media) 

PIKIRAN UMMAT–Ternate| Daya dukung ruang Kota Ternate yang kian sempit dan  terbatas membutuhkan pemikiran dan paradigma baru dalam konsep tata kelola permukiman di kota Ternate. Selain itu  persoalan ketersediaan sumber daya air menjadi salah satu pertimbangan selain soal lingkungan hidup dan lingkungan sosial masyarakat.

Pendapat tersebut muncul ketika pelaksanaan kegiatan civil education dan seminar yang di inisiasi oleh mahasiswa fakultas teknik universitas muhammadiyah malut di hotel batik ternate yang di buka oleh Asisten III Setdaprov Maluku Utara Asrul Gailea.

Menurut Asrul, daya dukung ruang kota Ternate yang hari kian sempit membutuhkan pemecahan sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan implikasi multidimensional kedepan. 

“Saatnya berpikir bahwa daya dukung ruang terhadap Pemukiman Kota yang kian sempit & terbatas potensial implikatif multidimensional” paparnya dalam sambutan pembukaan acara civil premier educational & Seminar Nasional yang sdiselenggaran civitas akademika HMS UMMU baru-baru ini.

Asrul menjelaskan pemukiman penduduk Kota Ternate sudah tidak seimbang dengan daya dukung ruang . Akibatnya kata Asrul, permukiman penduduk tidak tertata dengan konsep lingkungan yang baik.Hal ini jelas Asrul berdanpak luas multidimensional baik kerusakan lingkungan, sampah dan aspek sosial lainya.Aarul bilang jika tidak terpikirkan secara solutif saat ini maka kedepanyabakal menjadi bom waktu bagi kota Ternate .

Oleh karena itu mantan Kadishub Malut ini menyarankan agar pemerintah Kota Ternate berani mengambil langkah kebijakan jeda permukiman dengan tidak memberikan ijin proyek pemukiman baru yang sedang tumbuh subur dalam satu dasawarsa terakhir ini.

“Pemkot Ternate harus berani mengambil kebijakan  jeda Ijin permukiman baru terhadap proyek pengembang properti & permukaan baru sebagai langkah antisipasi terhadap ledakan lonjakan pembangunan permukiman yang masiv dalam sepuluh tahun terakhir” tandasnya.

Asrul pula menawarkan gagasan agar pengembangan penduduk & permukiman diarahkan ke daratan seputar ibukota Sofifi  halmahera yang rentang kendalinya dekat dengan Kota Ternate.

Asrul Gailea menyatakan gagasanya sebagai langkah redikal tetapi dijamin mampu menyelamatkan masa depan kota Ternate dari berbagai potensi ancaman baik lingkungan, air bersih dan sosial.(***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close